Street Photography Gaya Baru?

Street Photography, bila dilihat dari permukaannya saja tanpa memperhitungkan estetikanya, maka kita akan mendapatkan dokumentasi keseharian dari si fotografer. Pada awal perkembangannya, seseorang dipanggil sebagai street photographer ditujukan untuk orang-orang yang mendedikasikan dirinya untuk mendokumentasikan kesehariannya tersebut. Secara kuantitas,dahulu, medium fotografi masih terbilang ekslusif

Lain di zaman sekarang, hampir semua orang bisa melakukan fotografi, yang esensinya secara sangat sangat mendasar adalah memilik kamera. Tersebar kesegala penjuru, baik dari wadah-wadah formal, maupun hanya terpampang saja di media sosial.

Pada serial ini saya mencoba mencari hasil karya-karya fotografi yang diambil oleh orang-orang ‘awam’ yang ada di media sosial. adapun untuk memberikan konteks pada street photography, saya melihat parameter ini dalam menyeleksinya:

  • Karya orisinil / hasil sendiri
  • Kualitas komposisi
  • Bercerita
  • Kualitas momentum
  • Memiliki kualitas fine art lainnya: Surrealistik, Abstrak, Semiotik/Simbolik dll
  • Di Indonesia

Dengan tujuan apa? Ibarat belajar bahasa, saya rasa ini bisa menambah ‘kosakata’ kita dalam street photography khususnya untuk yang tinggal di Indonesia. Di dalam foto-foto yang sangat private ini banyak hal yang bisa dipelajari baik dalam momennya, komposisinya, subjek atau objeknya, dan atau tema / konteks ceritanya yang dimana elemen-elemen ini adalah hal yang signifikan dalam street photography.

 

 

Facebook Comments
Share Button
Written By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *