Munculnya belahan Saul Leiter

Foto-foto Saul Leiter dipamerkan pada dua pameran yang diselenggarakan oleh MoMa (museum of modern arts) di tahun 1950 dan 1957, salah satunya adalah Experimental Photography in Color. Setelah itu Leiter menghilang, dan karya fotografinya tidak terlalu ter-ekspos ke publik secara umum. Bahkan sampai 40 tahun berikutnya karya karya leiter seperti tenggelam di balik dunia kesenian dan fotografi modern sehingga tidak banyak yang mengenal namanya bahkan sampai sekarang.

I never thought of the urban environment as isolating. I leave these speculations to others. It’s quite possible that my work represents a search for beauty in the most prosaic and ordinary places. One doesn’t have to be in some faraway dreamland in order to find beauty. I realize that the search for beauty is not highly popular these days. Agony, misery and wretchedness, now these are worth perusing.

Awalnya leiter pindah ke New York di tahun 1946 dengan niatan menjadi seorang pelukis, berkerabat dengan pelukis pelukis abstrak expresionis salah satunya richard pousette-dart ia kemudian sadar akan bakatnya di fotografi. Selama karirnya melukis kamera leiter beralih fungsi sebagai bagian lain dari tanggannya dan pikirannya, yang secara bersamaan dengan jiwa leiter dalam mengintrepretasi kehidupan di kota metropolitan itu.  Bagi leiter  sebuah kamera dapat meng akomodir sebuah alternatif lain dalam melihat, mengkomposisikan momen dan intrepetasi. Bagi leiter  sebuah kamera dapat meng akomodir sebuah alternatif lain dalam melihat, mengkomposisikan momen dan intrepetasi.

Di samping karir street photography Leiter yang diakui sebagai kesenangan dan kebutuhan hidup, di tahun 1950 -dia beralih menjadi fotografer fashion, yang beruntungnya kemampuan leiter diterima dengan baik dan pekerjaan ini pun menjadi fokus leiter di tahun tahun berikutnya. Ia pun berkolaborasi dengan harper bazaar dan majalah majalah fashion ternama lainnya.

In order to build a career and to be successful,” Leiter says,“One has to be determined. One has to be ambitious. I much prefer to drink coffee, listen to music and to paint when I feel like it. Maybe I was irresponsible. But part of the pleasure of being alive is that i didn’t take everything as seriously as one should.

Sementara waktu itu leiter tetap menjejakan foto seiring langkah demi langkahnya di manapun dia berada ( kebanyakan di newyork dan paris) foto foto saul leiter memiliki nyawa di warnannya yang kental, dalam , kontras bagaikan kopi hitam panas, ataupun palet seorang pelukis yg menceritakan setiap misteri di balik warna-warna dan kebebasan dalam ke abstrakan komposisi setiap fotonya.Dan seperti pelukis pelukis ternama di jamannya (mondrian ataupun rothko) sepertinya leiter memang mampu menempatkan “warna” seolah olah adalah gambar itu sendiri.

Kebanyakan foto-foto leiter di simpan jauh dari keramaian publik bahkan dari teman dekatnya sendiri, foto foto yang kebanyakan dari film slide warnanya disimpan di box selama puluhan tahun lamanya, ataupun leiter seperti menghilangkan jejak fotonya.

At certain points I tried to interest people in my work, and they were not interested. And sometimes I offered to give someone a print and that someone forgot to take it. I was invited to show my work at certain point, but I never opened the letter, which, in retrospect, seemed to not be a very good career move.

Foto-foto saul leiter dikeluarkan dari boxnya dan kembali di cetak dan dipamerkan, dibukukan dan di rilis ke publik secara resmi oleh keputusan ia sendiri di tahun 1990. Semenjak itu karya karya leiter banyak mendapatkan pujian dan di pelajari banyak pihak, salah satunya yang terkenal adalah buku “early color” dan film dokumenter tentang leiter di rilis tahun 2012 In No Great Hurry : 13 Lessons in Life with Saul Leiter

 

Facebook Comments
Share Button

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *