Freedom of ..

.

Freedom of speech is the freedom to speak freely without censorship or limitation, or both. The synonymous term freedom of expression is sometimes used to indicate not only freedom of verbal speech but any act of seeking, receiving and imparting information or ideas, regardless of the medium used.

mengenai kehebohan yang terjadi atas artikel “tai anjing” yang ditulis oleh salah satu yang kita sendiri kenal sebagai orang yang sangat mencintai street photography, tapi kenapa dia memaki di artikel itu?

Bahasa dan Budaya tentu tidak lepas dari topik ini. bagaimana cara kita berkomunikasi tentu berbeda. Sama hal-nya dengan penyampaian pesan yang di representasikan sebuah foto. Tapi semua itu kembali pada interpretasi masing-masing individu. Pantas, tidak pantas, senonoh, tidak senonoh.

maka dari itu, pembukaan dari artikel ini adalah definisi dari Freedom of Speech, dimana orang bisa menyatakan apa yang di kepalannya secara langsung tanpa takut dibungkam (karena terakhir kali saya cek, jaman orde baru sudah selesai) disinilah basis Unposed. Yang mungkin sudah diterapkan tapi selalu saja ada “etika” dan seperti yang saya tulis tadi, budaya tentu tidak akan lepas dari topik ini.

Kita semua selama ini memperjuangkan sebuah fotografi yang tidak terbelenggu oleh teknis dan aturan bukan? Lalu ketika pada bahasa, tiba-tiba semua punah, seharusnya bahasapun memiliki kebebasan. dan katakanlah, ada 3 orang melihat 1 foto, apa hanya ada 1 intrepetasi yang muncul, atau 3, atau bahkan 10? intrepetasi yg berbeda itu sebenarnya cukup bisa di bicarakan secara terbuka dan menjadikan inspirasi bagi teman-teman maupun orang-orang di luar sana.

Unposed sebagai wadah orang-orang dengan latar belakang dan kalangan yang berbeda, dan bagaimana foto-foto di sini dan artikel-artikel dari para penulis, memiliki cara penyampaiannya masing-masing dan dalam berekspresi, yang tentunya akan membuat pandangan semakin berwarna.

Suatu garis besar yang saya tangkap dan salah satu alasan berdirinya UNPOSED  karena kita adalah segelintir orang-orang semangat  yang mau memperlihatkan sisi kemenarikan dari kehidupan sosial di sekitar kita dan bagaimana mengajak semua orang menikmati kehidupan sosial lewat makna makna hasil eskpresi (medium fotografi, tulisan )

Jangan jadikan segala bentuk keragaman merusak tujuan tujuan yang kita junjung bersama. Seringkali kita terlibat perdebatan yang cukup panjang mengenai perbedaan pendapat dan pandangan,  disini kita memiliki  poros/ dasar pemikiran  yang berbeda

tapi memiliki satu arah tujuan yang sama, bukan?

Share Button

6 Comments

  • “freedom is slavery, war is peace, ignorance is strength.” – george orwell
    jika kebebasan bukan berarti kesemena-menaan, berarti anda menganggap kebebasan adalah ‘penjara’. anda mengkotaki lingkar gerak anda sendiri, yang lebih umum diketahui sebagai etika. some people do limit themselves. and some people just don’t. and after all we’re just people.
    dan disini bukan hanya menjabarkan arti kebebasan berekspresi saja tentunya. tapi lebih sebagai basis yang mendirikan unposed.

  • Cuma permasalahan kecil, miss komunikasi, yang satu menganggap street sebagai passion dan aliran photographynya sementara yang satunya lagi sedang mengkritisi tentang esensi street yang demikian luas dan gak bisa dipungkiri lagi kadang jadi hanya lifestyle semata.

    Berbeda pendapat itu biasa, tapi bagaimana menyatukan dalam sebuah forum menjadi sebuah handicap…. dan QUIT dari sini saya rasa bukan jadi solusi terbaik 🙂 malah ( sorry ) menunjukkan jiwa yang kecil.

    Maaf, sekali lagi saya bukan siapa2 dan saya pun gak ngerti street banyak apalagi punya naluri journalistik, cuma merasa website ini mempunyai keunikan tersendiri… dimana foto out of focus bisa bicara, foto dengan komposisi ngaco bisa terlihat asik.

    Menjadi tantangan sendiri untuk terus mencoba belajar disini apa itu esensi dari street photography, “street yang gimana sih lu?”

    Go Unposed
    BEBAS, namun pada tempatnya 🙂

  • yang di maksud bebas berekspresi dengan bahasa bukan bebas memaki maki orang mas anas, kembali lagi ke masalah persepsi masing2.. ada yang berpikiran sempit ada yang bisa mengerti arti kata2 khiasan tersebut, dan bagusnya adalah dengan persepsi yang berbeda tersebut terhadap suatu “cewek bugil” ada yang bilang itu art ada yg bilang itu tabu, bahkan ada yang menilai suatu agama itu sesat sampai ada yg di potong2 segala. apa pelajaran yang di raih? unposed memancing diskusi lewat artikel yang dari sudut pandang apapun sehingga terjadinya proses tukar pikiran yang bisa di petik oleh siapapun yg membaca.

    dalam hal meminta maaf saya sudah berkali kali meminta maaf baik di artikel, discusion dan akhirnya disini. permintaan maaf saya juga berlaku sebagai admin dan mewakili admin2 yang lain disini (iqbal,feli) adalah TENTANG bebasnya berekspresi dalam website ini yg tidak bisa di terima berbagai pihak mungkin krn persoalan image yg buruk dan malu terhadap semua artikel yang tidak di kurasi, berikut foto2 yang masuk disini tidak di kurasi (kecuali dalam galeri bulanan)..

    apakah tujuannya adalah website keren sejagat indonesia?? , saya pribadi dengan sangat menyesal mengatakan tidak.. unposed di gagas demi pembelajaran dan diskusi dalam bentuk apapun,,

    tapi dengan adanya kasus ini saya sangat bersyukur dukungan teman2 dari yang kecewa hingga yang pro..setidaknya rumah ini sedikit berarti buat kita semua dan sangat sayang bila di hancurkan oleh keegoisan pembuatnya dan ide awalnya..

    kedepannya artikel2 yang masuk akan lebih di moderatori dan di masukan ke genrenya yang pas. semoga ide tersebut menolong kita semua agar lebih nyaman disini, mengenai siapa yang tidak nyaman dan ingin keluar dan siapa yang merasa ingin berjuang bersama serta masih ingin berbagi bersama untuk masa depan yang lebih baik “cieileh” silahkan..

    saya pribadi dengan keluarnya beberapa rekan tidak ada masalah apapun dengan terjadinya itu semua. jadi memang tidak di besar besarkan..

    terimakasih

  • Apapun yang sudah ditulis atau diucapkan tidak akan bisa dilupakan begitu saja. Kebebasan bukan berarti kesemena-menaan dalam mengungkapkan sesuatu.Walaupun saya bisa menerima apa yang sudah dituliskan dalam artikel Street Tai Anjing tersenut, harus diakui bahwa penulis sudah melakukan blunder. Rekan disini harus bisa menerima jika member lain mengungkapkan keprihatinannya dengan cara yang berbeda-beda.Dimilis Unposed, penulis sudah meminta maaf dan hal yang sama akan lebih bisa diterima disini daripada memberikan penjelasan mengenai apa itu kebebasan berekspresi. Saya secara pribadi sudah tidak mempermasalahkan thread itu dan isinya, hanya seperti setruman pada awal saja buat saya. Reaksi member yang ingin namanya dicoret karena merasa malu, itu hak mereka. Bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Reaksi mereka juga merupakan kebebasan mereka untuk bertindak. Yang keluar dengan rasa malu silahkan keluar, saya termasuk yang masih percaya dengan visi dan misi Unposed.

    Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *