Willy Ronis (1910 – 2009)

(AP Photo/Remy de la Mauviniere, File)
(AP Photo/Remy de la Mauviniere, File)

(AP Photo/Remy de la Mauviniere, File)
(AP Photo/Remy de la Mauviniere, File)

Willy Ronis, salah satu fotografer post-war dari Perancis,  dikenal sebagai seorang fotografer yang memotret kehidupan di sekitarnya sehingga foto-foto yang dihasilkannya terasa sangat intim.

Ronis terinspirasi oleh Alfred Stieglitz dan Ansel Adams untuk mulai mengeksplorasi fotografi. Setelah ayahnya meninggal, Ronis menutup studio foto yang dibuka dan dikelola bersama ayahnya dan bergabung dalam Agensi Foto “Rapho” bergabung dengan Brassaï, Robert Doisneau dan Ergy Landau.

Ronis adalah orang Perancis pertama yang bekerja untuk Life Magazine. Di tahun 1953 Edward Steichen memamerkan hasil karya Willy Ronis bersama Henri Cartier-Bresson, Robert Doisneau, Izis (Izis Bidermanas) dan Brassaï (Gyula Halász) dalam pameran bertajuk “Five French Photographers”

Dan di tahun 1955 Ronis masuk dalam pameran “Family of Man” yang notabene diikuti fotografer dari 68 negara di dunia. Hasil foto Ronis terpilih dari sekitar 2 Juta foto yang dikirimkan oleh para fotografer baik yang sudah mempunyai nama atau belum mempunyai nama.

© Willy Ronis
© Willy Ronis

di tahun 1979 Ronis mendapatkan penghargaan Grand Prix des Arts et Lettres untuk fotografi oleh Menteri Kebudayaan. Dan dia memenangkan Prix Nadar di tahun 1981 untuk photobook-nya yang bertajuk “Sur le fil du hasard”

Istri Ronis, Marie-Anne Lansiaux adalah subjek dari foto Ronis yang cukup dikenal di tahun 1936, bertajuk “Nu provençal” (provençal nude) Foto itu diambil di dalam rumah yang baru dibeli Ronis dan Ann Marie di Gordes, menggambarkan Marie-Anne sedang mencuci di wastafel dan di sebelahnya ada jendela yang terbuka yang menunjukan bahwa Ronis dapat menyampaikan easy feeling dalam kehidupan di Provençal. Foto itu adalah “huge success” dari Ronis.

Foto-foto nude dan Fashion Ronis untuk Vogue dan Le Jardin des Modes menunjukan apresiasinya terhadap kecantikan alami, dan dalam waktu yang bersamaan Ronis tetap menjadi news photographer yang berprinsip.

Walaupun Ronis mendapat kompetisi yang kuat dari Robert Doisneau dan yang lainnya, the Oxford Companion to the Photograph memberikan sebutan untuk Ronis sebagai “The photographer of Paris par excellence”

Ronis menumpahkan kejeniusannya dalam kespontanannya dalam mengambil foto di jalan-jalan tempat kelas pekerja di Paris, dari bistro-bistro sampai ke pasangan-pasangan, taman dan sampai ke demonstrasi, Ronis selalu mengambil foto dengan mata yang penuh kebajikan.

Tahun 2001 Ronis berhenti memotret karena ia harus menggunakan tongkat untuk menyanggah dirinya ketika berjalan dan tidak dapat membawa kamera kemana-mana.

Willy Ronis meninggal pada hari Sabtu 12 September.

Willy Ronis meninggal pada usia 99 tahun.

David Gibson met him too, and remembers “his phrase ‘the fear of missing’ about his photography. One of the true greats.”

Share Button

1 Comment

  • kayaknya street photographer meninggalnya tua tua semua..kesannya hidupnya damai cuma nyetreet tiap hari jalan2 bawa kamera kecil..jadi sedih.. turut berduka om willy

    suka banget berita yang sekligus biografi singkat begini.. thx feli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *