Street Photography dan Photojournalism

untitled-scanned-44
untitled-scanned-44
(C) Ryandi Sulistyo

Tulisan ini saya buat dengan tujuan sharing atau diskusi. Street Photography, satu hal baru yang saya kenal beberapa waktu terakhir di dunia fotografi. Kesan pertama yang saya tangkap adalah , tampaknya street photography tidak jauh berbeda dengan foto jurnalistik atau dokumenter. dengan kebanyakan foto yang ditampilkan berupa foto hitam putih dan mengangkat tema tentang kehidupan social dan hal hal disekitarnya.

Tapi hal yang baru saya sadari ternyata Street photography adalah satu hal yang sangat jauh berbeda dengan foto jurnalisme pada umumnya. Karena saya tidak mempunyai background jurnalistik maka hal ini mengundang pertanyaan pada diri saya, apa sih persamaan dan perbedaaan antara foto jurnalistik. Berikut ini kutipan kriteria foto jurnalistik yang baik dari Eddy Hasby, fotografer senior KOMPAS.

Foto jurnalistik yang baik tidak hanya sekedar fokus secara teknis, namun juga fokus secara cerita. Fokus dengan teknis adalah gambar mengandung tajam dan kekaburan yang beralasan. Ini dalam artian memenuhi syarat secara teknis fotografi. Fokus secara cerita, kesan, pesan dan misi yang akan disampaikan kepada pembaca mudah dimengerti dan dipahami.

Kelompok kerja PWI bidang Foto Jurnalistik penah membuat suatu rumusan di untuk menilai sebuah foto jurnalistik yang dilihat dari kuat lemahnya sosok penampilan foto berita ialah :

  1. Kehangatan/Aktual. Sesuai dengan prasyarat umumnya sebuah berita, subyeknya bukan merupakan hal basi, sehingga betapapun suksesnya pengambilan sebuah foto bila tidak secepatnya dipublikasikan, sebuah foto belumlah memiliki nilai berita.
  2. Faktual. Subyek foto tidak dibuat-buat atau dalam pengertian diatur sedemikian rupa. Rekaman peristiwa terjadi spontan sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya, karena ini berkaitan dengan suatu kejujuran.
  3. Informatif. Foto mampu tampil dan dalam lebatan yang dapat ditangkap apa yang ingin diceritakan di situ, tanpa harus dibebani oleh sekeranjang kata. Pengertian informatif bagi tiap foto perlu ukuran khas. Sedikit berbeda dengan sebuah penulisan yang menuntut unsur 5W + 1H dalam suatu paket yang kompak, maka dalam sebuah foto jurnalistik minimal unsur who (siapa), why (mengapa) jika itu menyangkut tokoh dalam sebuah peristiwa. Dan keterangan selanjutnya untuk melengkapi unsur 5W + 1H (sebagai pelengkap informasi) ditulis pada keterangan foto (caption).
  4. Misi. Sasaran esensial yang ingin dicapai oleh penyajian foto berita dalam penerbitan, mengandung misi kemanusian û merangsang publik untuk menghargai apa yang patut dihargai atau sebaliknya menggugah kesadaran mereka untuk memperbaiki apa yang dianggap brengsek.
  5. Gema. Gema adalah sejauh mana topik berita berita menjadi pengetahuan umum, dan punya pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari dalam skala tertentu. Apakah satu peristiwa atau kejadian cuma bersifat lokal, nasional, regional atau internasional.
  6. Aktraktif. Menyangkut sosok grafis foto itu sendiri yang mampu tampil secara mengigit atau mencekam, baik karena komposisi garis atau warna yang begitu terampil maupun ekspresif dari subyek utamanya yang amat dramatis.

(Sumber Kreteria Penilain lomba foto Kelompok kerja PWI bidang Foto Jurnalistik)

101_5281
(C) Ryandi Sulistyo

Dari 6 point diatas saya tarik kesimpulan bahwa kriteria foto jurnalistik yang baik mempunyai satu tujuan, yaitu mendukung sebuah pemberitaan yang global dan membublik.

Sedangkan street photography dibuat karena ada hal satu hal unik atau lebih yang menarik perhatian pembuat foto secara pribadi. Dalam hal ini bisa keadaan, bentuk tubuh, pakaian yang dikenakan, persamaan, perbedaan Apapun yang terlihat menarik dan menggerakkan hai sang fotografer untuk mengambil gambar keadaan tersebut tanpa memikirkan kepetingan global dan publik seperti yang di lakukan para fotografer jurnalistik . para fotografer jurnalistik memiliki perlengkapan tempur yang mendukung , gear yang memadai. Tahan banting , contohnya lensa panjang untuk mengcandid dari artis bugil dari kejauhan (paparazzi). Dan selalu harus menceklis kebutuhan mereka sebelum ke lokasi kejadian, sementara st eet fotografer lebih bebas mengekspresikan segalaya, foto fotonya tidak ada batasan ,semuanya tergantung dari sense of art dan cerita yang ingin di gambarkan secara personal kedalam suatu frame.

Bicara mengenai teknis , jurnalis memiliki tuntutan lebih karena mereka mempunyai tanggung jawab terhadap perusahaan tempat dia bekerja (agensi,Koran,majalah) dan terhadap keinginan public untuk sebuah foto yang menerangkan secara detail mengenai suatu berita/cerita. Sebaliknya Street fotografer memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri karena street fotografi adalah sebuah seni yang idealis.

Share Button

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *