Dalam street photography, setiap detik menentukan,dan mempunyai cerita tersendiri. Kecepatan dalam bereaksi menjadi elemen penting disini. Tentu dengan adanya auto-focus pada kamera, maka hal tersebut menjadi lebih mudah bukan?
Bila anda menjawab tidak, mungkin hal ini bisa menjadi alternative bantuan untuk anda.
Apa itu hyperfocal focusing
Mungkin kebanyakan fotografer sudah memahaminya, namun bagi yang belum pernah mendengar tentang hal ini, mungkin tulisan ini dapat sedikit membantu. Hyperfocal focusing adalah fungsi dari sebuah lensa (yang pada umumnya lensa wide-angle) untuk mendapatkan depth of field yang besar (zona yang cukup luas, dimana fokusnya dapat diterima oleh mata).
Ok langsung ke contoh, kita tidak perlu menjabarkan tabel2 rumit disini.

© Iqbal Sardadi
pada gambar diatas kita mempunyai kondisi sebagai berikut :
- F Stop (bukaan lensa) = f/8
- posisikan tanda infinity pada lensa untuk berada sejajar pada garis yang menunjukkan angka 8 (sebelah kanan).
kurang lebih seperti ini: Posisikan tanda inifinity pada garis yang menunjukan angka 8 (garis hijau sebalah kanan pada gambar), kemudian seting lensa pada f stop f 8 . Lalu kemudian cek angka 8 pada sebelah kiri (garis hijau sebelah kiri pada gambar) yang menunjukan angka 15 feet.
hal tersebut berarti: anda akan mendapatkan depth of field (zona fokus) dari jarak 15 feet sampai dengan infinity.
kuncinya adalah untuk menyamakan letak tanda infinity pada f stop yang akan digunakan. bila menggunakan f/ 8, maka letakan tanda infinity pada garis yang menunjukan angka 8 di sisi kanan lensa (lihat gambar), lalu lihat garis yang angka 8 pada sisi kiri lensa (lihat gambar) dimana akan menunjukkan di angka 15 feet (kurang lebih). akan didapat zona fokus mulai dari jarak 15 feet sampai infinity )
Need to notice:
- Zona fokus tidak akan tajam setajam silet, hehe. namun cukup tajam untuk ukuran mata manusia di ukuran 11×8
- Gunakan bukaan kecil, f/ 8 -> f/22. semakin kecil bukaan semakin besar zona fokus.
- Selalu ingat untuk meletakkan tanda infinity pada garis yang menunjukkan angka yang sama pada f stop.
- Lensa dengan focal length dibawah 50mm adalah lensa yang didesain untuk hal ini.
Ok, semoga penjelasannya tidak berbelit-belit. Dan saya percaya bahwa hyperfocal focusing akan mengalahkan kecepatan auto focus lensa terbaik yang pernah dibuat hehe.
Salam.

@iqbal: beneran nih.. bikin artikel tips n trik hipshot yang baik dan benar dung…
@mas arif:
pgn bisa hipshot yg baik dan benar… ajarin dong balll….
@irfan: semoga membantu, seneng bgnt dengernya bro
sangat berguna sekali pencerahannya, terima kasih banyak
hehe betul juga.
tp kadang2 suatu momen kerekam aja udah seneng.
dan kadang2 juga sebuah objek stand out gak harus dari efek gambarnya, tp dari… ya objek itu sendiri tanpa harus dibuat oleh lensa dan settingan lainnya
dan pastinya sangat pas untuk mendapatkan efek slightly out focus he he he.
M6 Pandanya cakep.
BTW betul kata thread starter, kalau pakai hyperfocal subjectnya tidak standout
sumpah sumpah gw mau nambahin..
hiperfokal dapat mengalahkan kecepatan l;ensa auto fokus apapun dan kalau motret siang2 menggunakan hiperfokus anda juga bisa bergaya gaya saat mengambil gambar hahahahhaha
yup, disiapin terlebih dahulu. kan kita bisa nebak2 lebih dahulu kira2 focus zone kita mau seberapa jauh/besar.
pake asa gede biar dpt bukaan kecil (>>> zonenya jadi lebih besar) tp tetep dpt speed tinggi, pake asa 800 siang bolong, kayaknya keren
mau tanya. jadi kalau menggunakan teknik ini kita nggak perlu memutar ring fokus di lensa pada saat mau ambil gambar?
terus baiknya penggunaan ASA/ISO berapa ya?
thx