Febriyanne Kusuma

febri

 

Saya dengan bangga mem feature manusia yang satu ini karena keproduktifitasannya dalam berkarya dan foto fotonya yang menyejukan hati. berikut ini adalah ulasan dari hasil wawancara kecil dengan Febriyanne Kusuma,

 

Memulai memotret sejak duduk di bangku Sekolah Menengah di Bandung, sejak awal Febriyanne [Ryan] lebih suka memotret orang – orang terdekat seperti keluarga dan teman-temannya sebagai media jiwa artistiknya saat itu, “Artistik yang saya maksud bukan dari segi visual saja namun dilihat dari kemenarikannya, mereka itu menarik” tutur Ryan. Menarik dari segi mana? Ryan kembali menjawab “Kemenarikan bisa dilihat dari dalam foto itu sendiri, semuanya mulai dari komposisi geometri sampai ke sisi un-real”nya sendiri” Mungkin itu juga yang menjadikan foto-foto Ryan cukup kuat karakteristiknya dengan komposisi garis geometri dan ke “un-real”annya itu.

 

Berangkat dari sana dia mulai mengembangkannya dari keluarga teman lalu ke lingkungan sekitarnya yang sekarang berada di Negara tetangga kita yaitu Australia tempat dimana Ryan menempuh studi Teknologi Informasi ,dan terus memotret .

 

“Saya tidak tahu Street Photography itu apa, yang saya lakukan hanya memotret kesenangan saya yaitu mendokumentasikan sekitar”.

 

Ketika ditanya, ketika awal mengenal street fotografi dan orang- orang yang menjadi inspirasi, Ryan menjawab “Adalah Garry Winogrand ,Robert Frank,dan Richard Kalvar. Masih banyak lagi sebenarnya, tapi Garry Winograndlah yang lewat pribadinya dan karyanya telah membuka pikiran Ryan terhadap Street Photography.

 

ada setiap karyanya Febryanne hampir selalu mampu menghadirkan kejadian sehari-hari menjadi satu moment menarik dan tidak biasa. “mengobservasi lalu mencoba memvisualisasikannya dan merekam dengan sedikit menambahkan ‘interestingness’ didalamnya, hasilnya bisa menjadi suatu parodi atau ironi, bahkan terkadang melewati batas ‘real’ itu sendiri, menjadi sesuatu yang ‘surreal'”.

 

 

Interaksi dan korelasi antara kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya menjadi salah satu kekuatan karya karya fotografi Febriyanne.


 


 

 

 

 

 

Karya karya dan project fotografi lebih lanjut Febriyanne juga dapat dilihat di

http://febriyannekusuma.blogspot.com

 

Sekian dan terimakasih! Maju terus UNPOSED! MERDEKA!

Ivan Jasadipura-

 

 

Share Button

14 Comments

  • Hi all, thanks for the support! much appreciated, guys! 😉

    -^kEeP_jEpReT-*

    Cheers,
    Fk

  • Buat pertanyaan yang diajukan Rivo Yubara, aku bakal coba menjawab satu-persatu (walau seperti dejavu, kyk udah pernah jawab)

    1. “Saya lihat Ryan juga banyak melakukan eksperimen mengikuti jejak photografer yang lebih dulu menggeluti street photography, seperti glowing man trick itu”

    Hmmm, seringkali saya mengulang apa yang udah dilakukan ‘fotografer ngetop’ sebagai photographing everything as a practice (kadangkala saya mengambil keuntungan dari teknologi digital). Termasuk dalam hal ini untuk membunuh rasa ingin tahu saya ‘apa sih yang membuat fotografer ini tertarik memotret hal seperti ini?’.

    2. “Apa pengaruhnya foto-foto photographer ngetop itu terhadap karya anda sekarang dan juga di masa yang akan datang?”

    Cukup berpengaruh (in many ways), Garry Winogrand contohnya sebelum aku kenal Garry Winogrand aku banyak melihat karya HCB yang sangat ‘tidak ada celah’, aku bilangnya. Hal ini cukup membuatku cepat bosan.

    Lalu muncul Garry Winogrand yang membebaskan itu semua, Garry seperti mendemokrasikan sebuah foto. Hal ini dapat dilihat seringnya dia memiringkan ’tilting’ kameranya, memotret hal yang biasa dan tidak menarik ‘banal’ merubahnya menjadi sesuatu yang menarik karena dalam isi foto tersebut seperti ada sebuah informasi yang ingin disampaikan oleh Garry, bisa itu sebuah catastrophic, racist joke (bisa dilihat di google fotonya interracial couples holding chimpanzees), odd juxtaposition, etc.

    Hal-hal diatas lah yang cukup mempengaruhi pandangan saya terhadap sebuah foto seharusnya.

    3. “pertanyaan tambahan, diantara karya anda manakah foto favorit anda? dan mohon penjelasannya kenapa Ryan menyukainya.”

    Salah satu foto favorit saya sendiri, di foto ini menegaskan Street Photography tidak harus selalu ada interaksi manusia untuk menyampaikan sebuah informasi. Ketidakadaan manusia justru malah membuat foto ini menjadi multi-tafsir.

    Cheers,
    Fk

  • Hello, pertama-pertama terimakasih buat Ivan buat reviewnya. Walau emang harus diakui banyak informasi yang saya kasih ke Ivan, malah jadinya seopotong-potong atau tidak komplit, dan terlihat tergesa-gesa (sempat kaget juga pertama liat ini). Soal nya Ivan bilang ‘belum selesai’, dia masih mau nanya foto-foto yang mana yang paling bermakna bagi saya, belum sempat saya kasih tahu tapi featured ini udah muncul duluan.

    Buat Rivo Yubara yang nanya, “Setelah dibaca malah timbul pertanyaan, jika yang dilakukan Ryan mendokumentasikan sekitar, lalu apa perbedaan street Photography dan foto dokumentasi?”. Nah ini Ivan lupa menyertakan, kalau ini pada awalnya ketika term ‘Street Photography’ belum saya kenal.

    Dari segi bahasa, disaat chat dengan Ivan emang udah sempat aku singgung. Bahasanya Ivan yang terlalu ‘jakarte’ banget yang buat aku agak susah dimengerti. Hmm, tapi mungkin ini salah satu karakter Ivan, aku bisa maklum. Tapi untuk soal yang menurut Ivan “jadi lebih akrab aja cara pendekatan dan penyampainnya ke web.” Aku kurang setuju, karena mengingat member dari Unposed sendiri berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, ada juga yang lebih tua. Jadi gak salah lah, kalo kita yang lebih muda menghormati, mungkin dengan gaya penulisan yang standar aja, hehe. However, for your attempt I applaud you dude!

    Cheers,
    Fk

  • UNTUK IVAN, TERIMAKASIH ATAS SEMUA USAHA DAN KERJA KERASNYA DI ARTIKEL INI SOB.

    ARTIKEL INI UDAH “ELO” BNGT HEHE, MANTABS!

    THX YE!

    (tp kayaknya berkat kopi gua elo bisa ngerjain artikel ini sampe pagi cuy haha)

  • ok sekarang soal foto Febryanne, dari karyanya terlihat kalau dia pengamat ulung. Kesenangannya mengamati aktifitas manusia dan lingkunganya, membuat dia tertarik untuk mengabadikan dalam sebuah foto.
    Kadang fotonya terlihat grafis, Observasinya kepada garis, geometri, bayangan, repetasi dan lainnya sangat kuat. Arsitektur lokal juga disajikan dalam foto-fotonya. Menyambung wawancara oleh Ivan J, jika diijinkan saya saya mau ajukan pertanyaan ke Ryan.
    Saya lihat Ryan juga banyak melakukan eksperimen mengikuti jejak photografer yang lebih dulu menggeluti street photography, seperti glowing man trick itu. Apa pengaruhnya foto-foto photographer ngetop itu terhadap karya anda sekarang dan juga di masa yang akan datang?
    pertanyaan tambahan, diantara karya anda manakah foto favorit anda? dan mohon penjelasannya kenapa Ryan menyukainya.

  • @Ivan:
    Ya justru karena disajikan secara satu arah begini buatku pribadi terasa kurang akrab. Aku dah tau (dan suka) foto-fotonya Febriyanne sejak lama, jadi kalo harus mengomentari pastinya yg keluar adalah komentar positif. Tapi seperti yang dibilang Rivo, belum terasa ada penggalian yang lebih dalam di sini, sebagian kurasa malah hanya mengulang-ulang apa yang udah tertulis di profilnya Ryan. Jangan salah, aku nggak meragukan bakat yg dimiliki Ryan. Justru karena aku tau dia berbakat, kurasa harusnya lebih banyak lagi yg bisa diangkat dari dia. But thanks for the effort anyway.

  • Topik wawancara ini ide yang baik, kita jadi lebih mengerti dari si photographer dan juga karya-karyanya. Wawancaranya terasa kurang “menggali” buat saya. Setelah dibaca malah timbul pertanyaan, jika yang dilakukan Ryan mendokumentasikan sekitar, lalu apa perbedaan street Photography dan foto dokumentasi?

  • makasih wid kritiknya tapi gw lebih enak menyampaikannya begini.. soalnya rencananya memfeature fotografer bulanan dilakukan sama orang yang beda-beda, dan gaya memfeaturkannya juga di bebaskan..tajadi lebih akrab aja cara pendekatan dan penyampainnya ke web. jadi bulan depan febryane yang ngefeature dan ngewawancara teman kita yg lain dengan caranya sendiri.. makasih!
    wid komenin febryane nya dong!

  • Sedikit komen & kritik teknis:
    Foto yang dipasang di posting ukurannya bisa ditampilin lebih besar lagi nggak sih? Karena cukup dengan klik kanan dan “view image” di foto-foto itu aja bisa langsung ketauan kalo foto aslinya lebih besar dari yang ditampilin di postingan ini. Kurasa ukuran foto bisa dimaksimalkan mengikuti lebar kolom postingan, karena beberapa foto di sini mengandalkan detail, yang nggak bisa dilihat dengan baik dengan ukuran foto yg sekarang.

    Kedua, beberapa foto nggak bisa di-load, kalo diliat dari propertiesnya sepertinya karena dilink langsung dari drive… seharusnya mudah dikoreksi.

    Untuk saran secara isi,
    Kurasa perpaduan antara wawancara dengan sampel foto dari featured photographer-nya ide yang bagus, cuma kurasa akan lebih menarik kalo kita membaca langsung wawancara itu, dan bukan “ulasan wawancara” yang ditulis ulang oleh si pewawancara, sehingga kita bisa tahu jawaban langsung dari pertanyaan spesifik yang diajukan. Dengan cara itu selain mendapat informasi tentang fotografinya kita juga bisa dapet sedikit sisi personal dari fotografernya sendiri, karena seringkali dari sikap dan cara bicara seseorang kita juga bisa dapet banyak hal. Formatnya kurang lebih seperti interviews di sini: http://www.americansuburbx.com/2008/02/interviews.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *